AbstrakRiset ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan struktural, yang

AbstrakRiset ini meneliti satu komik yang berjudul “Cerita dari Sarongge” yang didalamnya terdapat tujuh cerita pendek. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan struktural, yang menganalisis penokohan dan nilai moral yang dapat diambil dari tokoh-tokoh tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para tokoh utama termasuk kategori tokoh protagonis yang dapat dijadikan contoh bagi pembaca untuk mengikuti karakter-karakter baik tokoh tersebut.Kata Kunci: Tokoh Utama, Penokohan, Komik.Latar BelakangPada saat ini anak-anak sangat membutuhkan bahan bacaan yang mendidik sebagai bahan pembelajaran bagi mereka. Salah satu bahan bacaan tersebut adalah komik. Komik berisi cerita yang disertai gambar untuk mendeskripsikan situasi dan kondisi dari cerita tersebut. Banyak anak-anak yang lebih menyukai komik dibandingkan bahan bacaan lain yang hanya berisi teks saja, sehingga membosankan bagi mereka. Salah satu komik yang dikategorikan mendidik bagi pembelajaran anak-anak adalah komik “Cerita dari Sarongge”. Cerita dari Sarongge adalah judul sebuah komik yang dibuat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Komik ini menceritakan para petani sarongge yang harus mencari mata pencaharian lain setelah tanah garapan mereka menjadi areal program adopsi pohon Hutan Sarongge. Hal ini harus mereka lakukan demi bertahan hidup. Akhirnya mereka mencoba melakukan pekerjaan lain yang bisa dilakukan setelah adanya program adopsi pohon tersebut. Di dalam komik ini terdapat tujuh cerita pendek, yang masing-masing didalamnya terdapat tokoh utama yang mempelopori kegiatan ini. Masing-masing tokoh utama tersebut tentunya memiliki karakter. Untuk itu dalam artikel ini akan dibahas karakteristik masing-masing tokoh utama, untuk mengungkapkan bagaimana karakter tokoh utama pada buku “Cerita dari Sarongge” dan apa saja nilai moral yang dapat diambil dari karakter tokoh utama dalam buku “Cerita dari Sarongge”. Metode PenelitianPenelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan untuk memperoleh hasil berdasarkan data kualitatif yang diperoleh. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode struktural untuk mengungkapkan karakter tokoh. Teori struktural ini digunakan untuk menemukan unsur tokoh dan penokohan pada buku cerita dari sarongge tersebut. Teeuw dalam Wiyatmi dalam Anitawati menjelaskan bahwa metode struktural bertujuan untuk membongkar dan memaparkan secermat, seteliti, semendetail, dan semendalam mungkin keterkaitan dan keterjalinan semua unsur-unsur dan aspek karya sastra yang bersama-sama menghasilkan makna menyeluruh.Penulis juga menggunakan pendekatan objektif, karena objek penelitian penulis sepenuhnya membahas tentang karya sastra itu sendiri.Landasan TeoriPengertian Tokoh UtamaMenurut Sudjiman tokoh yang biasanya memiliki peran dalam memimpin alur sebuah cerita disebut dengan protagonis atau tokoh utama. Protagonis ini selalu menjadi sorotan dalam semua alur cerita atau kisahan cerita yang selalu menjadi tokoh sentral pada cerita. Sedangkan menurut Nurgiyanto tokoh utama adalah tokoh yang paling diutamakan dalam sebuah cerita yang dimuat dalam novel atau cerita lainnya yang bersangkutan. Pendapat lain menurut Aminudin bahwa tokoh utama akan selalu hadir di setiap kejadian yang terjadi di dalam cerita serta bisa ditemui di setiap halaman novel ataupun buku cerita bersangkutan.Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa tokoh utama merupakan tokoh yang menjadi sorotan utama, paling diutamakan, dan selalu hadir di setiap kejadian yang terjadi di dalam cerita.Pengertian PenokohanMenurut Nurgiyantoro penokohan adalah pelukisan atau gambaran jelas mengenai seseorang yang dimunculkan dalam suatu cerita. Sedangkan penokohan menurut Sudjiman adalah kualitas jiwa dan nalar tokoh yang dapat dibedakan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya. Dari kedua pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa penokohan merupakan gambaran kualitas jiwa dan nalar seorang tokoh yang dapat dibedakan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya.Hasil dan PembahasanPada komik “Cerita dari Sarongge” terdapat tujuh cerita pendek yang masing-masing cerita memiliki tokoh utamanya masing-masing, berikut penjelasannya:Dudu Duroni Penggagas Tiga OCerita ini berisi seorang tokoh utama yang bernama Dudu Duroni yang beralih profesi dari petani dengan menggagas program tiga O. Program itu adalah leuweng hejo, resep anu nenjo, patani nejo yang artinya hutan hijau, senang yang melihatnya, petani bisa menanak nasi. Maka setiap rombongan adopter pohon datang, Dudu membantu mereka dari menyediakan bibit sampai membuat lubang untuk tanaman. Dari kegiatan tersebut, Dudu mendapatkan upah dan dapat ia gunakan untuk menafkahi keluarganya. Dadan Karyo: Tiada Hari Tanpa MenghiburCerita ini berisi seorang tokoh utama yang bernama Dadan Karyo yang beralih profesi dari petani dengan mempunyai ide untuk membuat salah satu kamar rumahnya sebagai tempat penginapan para tamu yang datang ke Hutan Sarongge, selain itu ia juga menjadi pemandu wisata para tamu dengan selalu mempelajari jenis tumbuhan yang ada disana melalui buku. Hal ini membuat ia dapat kembali menafkahi keluarganya.  Entin Kartini: Mimpi Bikin Sabun RamadhanCerita ini berisi seorang tokoh utama yang bernama Entin Kartini yang beralih profesi dari petani menjadi penjual sabun. Ia  mempunyai keyakinan untuk mengikuti latihan pembuatan sabun, meskipun warga lain terus mencelanya. Ia terus belajar sampai akhirnya berhasil memproduksi sabun buatannya sendiri. Sabun ini dipromosikan melalui kegiatan pameran dan ditawarkan kepada para tamu yang datang ke Hutan Sarongge. Ia berharap kemampuannya ini dapat membantu perekonomian keluarganya.Mamat: Pertama Tidur di Hotel Mewah Gara-gara KelinciCerita ini berisi seorang tokoh utama yang bernama Mamat yang beralih profesi dari petani menjadi peternak kelinci. Awalnya ia tidak didukung masyarakat sekitarnya karena diyakini hal itu tidak akan berhasil. Tetapi ia terus berjuang dengan mengikuti latihan inseminasi buatan untuk ternak. Sampai pada akhirnya ia berhasil memunculkan varian kelinci baru yang dapat dijual untuk peliharaan anak-anak, dan dapat dijadikan sate kelinci jika para tamu Hutan Sarongge menginap dan memesan sate kelinci.Emi: Senang Menjadi Peternak DombaCerita ini berisi seorang tokoh utama yang bernama Emi yang beralih profesi dari petani menjadi peternak domba. Ia sangat sayang kepada domba-dombanya, bahkan tetap mencari rumput untuk makanan dombanya ketika hujan turun. Ketekunan dan kegigihannya dalam beternak domba membuahkan hasil yang mengagumkan. Dombanya gemuk dan sehat serta dapat diperjualbelikan untuk menafkahi keluarganya.  Wawan Sudrajat: Setiap Tamu jadi Pengalaman Menarik bagi SayaCerita ini berisi seorang tokoh utama yang bernama Wawan Sudrajat yang beralih profesi dari petani menjadi pemandu wisata. Sejak kecil ia sudah tinggal di kawasan Hutan Sarongge, sehingga ia menjadi pemandu wisata karena sangat mengenal Hutan Sarongge. Ia pun mendapatkan upah dari pekerjaan barunya itu. Awalnya ia memang keberatan terhadap program adopsi pohon karena membut dirinya kehilangan mata pencaharian sebagai petani, tetapi ia sadar bahwa penghijauan akan berdampak baik bagi lingkungannya.Asep SumantriCerita ini berisi seorang tokoh utama yang bernama Asep Sumantri yang beralih profesi dari petani konvensional menjadi petani organik. Ia bersama 30 orang lainnya mengelola lahan di samping saung Sarongge dengan menanam brokoli, kol, dan seledri. Mereka diajarkan petani mandiri lain mulai dari pembibitan, pengolahan lahan, pemupukan, pemeliharaan, pendistribusian komoditas sayur organik, serta pembukuan  keuangan dan pengelolaan pundi-pundi hasil panen organik. Berkat kegigihannya, ia berhasil dan mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarganya.Dari beberapa tokoh utama di atas, dapat diketahui bahwa terdapat kesamaan karakter atau penokohan yaitu mau belajar terhadap hal baru, berkreasi, gigih, serta terus berusaha dan berjuang. Hal ini terlihat dari cerita keseharian mereka, yang tidak duduk diam ketika tanah garapan mereka yang dijadikan program adopsi pohon tidak lagi dapat digunakan sebagai mata pencaharian. Sehingga mereka mencari alternatif lain untuk tetap betahan hidup.KesimpulanDari beberapa tokoh utama di atas, dapat disimpulkan bahwa karakter para tokoh utama “Cerita dari Sarongge” merupakan tokoh protagonis yang dapat dijadikan contoh bagi pembaca untuk mengikuti karakter-karakter baik tokoh tersebut. karakter itu di antaranya mau belajar terhadap hal baru, berkreasi, gigih, serta terus berusaha dan berjuang.