BAB yang dilakukan untuk menggabungkan antara dua variabel atau

BAB III

METODE
PENELITIAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

A.     
Jenis Penelitian

Jenis
penelitian dilihat dari tingkat ekspalansi (Misbahuddin dan Iqbal, 2013:  8) yaitu:

1.      Penelitian
Deskriptif

Penelitian
deskriftif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai dari suatu
variabel. Dalam hal ini, variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independent)
tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain.

2.      Penelitian
Komparatif

Penelitian
komparatif adalah penelitian yang dilakukan untuk membandingkan nilai satu
variabel dengan variabel lainnya dalam waktu yang berbeda.

3.      Penelitian
Hubungan

Penelitian
hubungan antara penelitian yang dilakukan untuk menggabungkan antara dua
variabel atau lebih. Melalui penelitian ini akan dibangun suatu teori yang
dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan, dan mengontrol suatu fenomena.

53

Jenis penelitian yang akan digunakan penulis dalam penelitian ini
adalah penelitian asosiatif, penelitian yang mengungkap ada tidaknya atau besar
kecilnya pengaruh ukuran dewan komisaris
independen, dewan direksi dan komite audit terhadap nilai perusahaan dengan
profitabilitas sebagai variabel moderasi.

 

B.    
Unit Analisis

Penelitian
ini akan dilakukan pada Perusahaan Pertambangan Sub Sektor Batu bara yang
terdeftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tahun 2012-2016.

 

C.   
Operasionalisasi
Variabel

Operasioanlisasi
variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel III.1

Operasionalisasi Variabel

 

Variabel

Definisi

Indikator

Skala

Nilai
Perusahaan (Y)

Price
Earning Ratio mengindikasikan pendapat investor terhadap
prospek perusahaan di masa depan.

Price Earning Ratio (PER)  =
 

Harga Saham
Earning Per Share (EPS)

Rasio

Dewan
Komisaris Independen
(

)

Dewan
Komisaris Independen merupakan rasio persentase antara jumlah komisaris yang
berasal dari luar perusahaan (komisaris independen) terhadap total jumlah
anggota dewan komisaris perusahaan.

Komisaris Independen =
 
Jumlah Komisaris Independen
Jumlah
seluruh Anggota  Dewan Komisaris Komisaris

Rasio

Dewan
Direksi (

)

Dewan
Direksi sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggung jawab dalam
mengelola perusahaan.

Dewan Direksi =
Jumlah seluruh anggota Dewan Direksi

Rasio

Komite
Audit (

)

Komite
audit merupakan sekumpulan orang yang dipilih dari anggota dewan komisaris.

Komite Audit =
Jumlah seluruh anggota Komite Audit

Rasio

Profitabilitas
(

)
 

Return
on Asset (ROA) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam memperoleh keuntungan.

Return on Asset
(ROA) =
 
Laba bersih setelah pajak
Total
Assets

Rasio

Sumber: Penulis, 2017

 

 

 

D.   
Populasi dan Sampel

Populasi
diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian
untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya.Sampel adalah bagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono,
2016:  80-81).

Populasi
yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh Perusahaan Pertambangan
Sub Sektor Batu Bara yang terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia yang
berjumlah 24 emiten. Tidak semua anggota populasi ini akan menjadi unit
penelitian sehingga perlu dilakukan pengambilan sampel. Sampel diambil dengan
metode purposive sampling. Sampel ini ditentukan berdasarkan kriteria
yang ditentukan sebagai berikut:

1.            
Emiten telah tercatat
di Bursa Efek Indonesia pada awal tahun 2012 dan masih tercatat di Bursa Efek
Indonesia hingga akhir tahun 2016. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bursa
Efek Indonesia, diketahui bahwa terdapat sebanyak 24 emiten yang bergerak di sektor
pertambangan batu bara yang telah tercatat pada awal tahun 2012.

2.            
Perusahaan memiliki data
Dewan Komisaris Independen, Dewan Direksi, dan Komite Audit selama tahun
2012-2016.

3.            
Tersedia Laporan
Keuangan dan Tahunan secara lengkap selama tahun 2012-2016.

 

 

Tabel
III.2

Seleksi
Sampel

Perusahaan
Pertambangan Sub Sektor Batu Bara di BEI

Keterangan

Jumlah

Perusahaan Pertambangan sub sektor batu
bara yang terdaftar di BEI tahun 2012-2016

24

Perusahaan yang tidak menerbitkan
Laporan Keuangannya di BEI

(6)

Perusahaan yang tidak memiliki Dewan
Komisaris Independen dan Komite audit

(2)

Jumlah Sampel

16

Sumber: Bursa Efek Indonesia, 2017

 

Sesuai
kriteria-kriteria pengambilan sampel di atas, maka perusahaan pertambangan sub
sektor batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menjadi sampel
penelitian ini adalah 16 perusahaan yang tercantum pada tabel berikut ini:

Tabel
III.3

Sampel
Penelitian

Perusahaan
Pertambangan Sub Sektor Batu Bara di BEI

 

No.

Kode
Perusahaan

Nama
Perusahaan

1

ADRO

Adaro
Energy Tbk

2

ARII

Atlas
Resources Tbk

3

ATPK

Bara
Jaya International Tbk

4

BYAN

Bayan
Resources Tbk

5

DEWA

Darma
Henwa Tbk

6

DOID

Delta
Dunia Makmur Tbk

7

DSSA

Dian
Swastatika Sentosa Tbk

8

GEMS

Golden
Energy Mines Tbk

9

HRUM

Harum Energy
Tbk

10

KKGI

Resource
Alam Indonesia Tbk

11

MYOH

Myoh
Technology Tbk

12

PKPK

Perdana
Karya Perkasa Tbk

13

PTBA

Tambang
Batu Bara Bukit Asam (Persero) Tbk

14

PTRO

Petrosea
Tbk

15

SMMT

Golden
Eagle Energy Tbk

16

TOBA

Toba
Bara sejahtra Tbk 

Sumber:
Bursa Efek Indonesia, 2017

 

 

 

 

E.      
Data yang Diperlukan

Berdasarkan
cara memperolehnya, data dibedakan menjadi dua (Misbahuddin dan Iqbal,
2013:  21) yaitu:

1.                 
Data Primer

Data
primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung dilapangan oleh orang
yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya.

2.                 
Data Sekunder

Data
sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan
penelitian dari sumber-sumber yang telah ada.

Data
yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.

 

F.      
Metode Pengumpulan Data

Secara
umum metode pengumpulan data dapat dibagi atas bebrapa kelompok (Misbahuddin
dan Iqbal, 2013:  27) yaitu:

1.     
Pengamatan (Observasi)

Pengamatan
atau observasi adalah cara pengumpulan data dengan terjun dan melihat langsung
kelapangan (laboratorium) terhadap objek yang diteliti (populasi atau sampel).

2.     
Penelusuran Literatur

Penelusuran
literatur adalah cara pengumpulan data dengan menggunakan sebagian atau seluruh
data yang telah ada atau laporan data dari penelitian sebelumnya. Penelitian
literatur disebut juga dengan pengamatan tidak langsung.

3.     
Penggunaan Kuesioner

Penggunaan
kuesioner adalah cara pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan
(angket) atau daftar isian terhadap objek yang diteliti (populasi atau sampel).

4.     
Wawancara (Interview)

Wawancara
adalah cara pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab langsung kepada
objek yang diteliti atau kepada perantara yang mengetahui persoalan dari objek
yang diteliti.

Metode
pengumpulan data yang akandigunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi,
berupa pengumpulan data dari studi pustaka dan laporan keuangan yang telah
diaudit oleh akuntan publik tahun 2012-2016 pada perusahaan pertambangan sub
sektor batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

 

G.     
Analisis Data dan
Teknik Analisis

1.      Analisis
Data

Analisis
data dalam penelitian dapat dikelompokan menjadi 2 (Misbahudin dan Iqbal,
2013:  33) yaitu:

a.      
Analisis Kuantitatif

Analisis
kuantitatif adalah analisis yang menggunakan alat analisis yeng bersifat
kuantitatif, yaitu alat analisis yang menggunakan model-model, seperti model
matematika (misalnya fungsi multivariat), model statistik, dan
ekonometrik.Hasil analisis disajikan dalam bentuk angka yang kemudian
dijelaskan dan diinterprestasikan dalam suatu uraian.

b.     
Analisis Kualitatif

Analisis
kualitatif adalah analisis yang tidak menggunakan model matematika, model
statistik, dan ekonometrik atau model-model tertentu lainnya.Analisis data yang
dilakukan terbatas pada teknik pengolahan datanya seperti pada pengecakan data
dan tabulasi.Dalam hal ini, sekedar membaca tabel-tabel, grafik-grafik, atau
angka-angka yang tersedia, kemudian melakukan uraian dan penalaran.

Metode analisis datayang akandigunakan dalam
penelitian ini adalah analisis kuantitatif berupa laporan keuangan dan laporan
tahunan yang telah di audit periode 2012-2016 pada perusahaan pertambangan sub
sektor batu bara yang terdaftar di BEI.

 

2.      Teknik
Analisis

Teknik
analisis data yang akan digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi nilai perusahaan pada perusahaan petambangan sub sektor batu bara
adalah dengan analisis regresi linier berganda untuk meyakinkan bahwa variabel
bebas dewan komisaris independen, dewan direksi, dan komite audit dengan
profitabilitas sebagai variabel moderasi mempunyai pengaruh variabel terikat
terhadap nilai perusahaan, selanjutnya dilakukan hipotesis secara simultan (uji
F) dan hipotesis secara parsial (uji t) untuk mengetahui signifikansi dari
dewan komisaris independen, dewan direksi, dan komite audit dengan
profitabilitas sebagai variabel moderasi terhadap variabel terikat nilai
perusahaan serta membuat kesimpulan dan yang terakhir adalah menghitung
koefisien determinasi untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari variabel
bebas dan variabel moderasi terhadap variabel terikat.

Teknik
analisis data dalam penelitian ini akan dibantu oleh statistical program for
special science (SPSS) versi 23. Sebelum melakukan anlisis, sesuai dengan
syarat metode OLS (orynary least square) merupakan salah satu metode
dalam analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel bebas
adalah dewan komisaris independen, dewan direksi, dan komite audit dengan
profitabilitas sebagai variabel moderasi terhadap variabel terikat adalah nilai
perusahaan maka terlebuh dahulu dilakukan uji sebagai berikut:

a.      Statistik
Deskriptif

Statistik deskriptif berhubungan dengan
pengumpulan dan ringkasan serta penyajian data tersebut (Romie, 2017:  52).Data statistik yang diperoleh biasanya
merupakan data mentah dan tidak terorganisir.Data tersebut harus diringkas baik
dalam bentuk persentasi atau tabel untuk dasar pengambilan keputusan (statistic
inferensi).Statistik deskriptif adalah pengolahan data untuk tujuan
mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data
sempel atau populasi (V. Wiratna, 2015: 
29).Data yang diolah dalam statistik deskriptif hanya satu variabel
saja.Pada statistik deskriptif dapat menghasilkan tabel, grafik, dan diagram.

b.      Uji
Asumsi Klasik

Uji
asumsi klasik terdiri dari (Romie: 2017: 
116):

1)     
Uji Normalitas Data

Uji
normalitas digunakan untuk menguji apakah nilai residu yang dihasilkan dari
regresi terdistribusi secara normal atau tidak (Romie, 2017:  117).Model regresi yang baik adalah yeng
memiliki nilai residual yang terdistribusi normal.Beberapa metode uji
normalisasi yaitu dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal pada
grafik normal P-P plot of Regression atau dengan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov.

a)     
Metode Grafik

Uji
normalisasi residual dengan metode grafik yaitu melihat penyebaran data pada
sumber diagonal pada grafik normalP-P plot of Regression standardized
residual. Dasar pengambilan keputusan untuk pengujian normalitas dengan grafik
normalP-P plot of Regression standardized residual yaitu:

(1)  
Bila titik-titik
menyebar di sekitar garis dan mengikuti garis diagonal maka nilai residu
tersebut normal

(2)  
Bila titik-titik
menyebar jauh dari garis dan tidak mengikuti garis diagonal maka nilai residu
tersebut tidak normal.

b)     
Metode Uji One
Sample Kolmogorov Smirnov

Metode
ini digunakan untuk mengetahui distribusi data dalam hal ini apakah distribusi
residual terdistribusi normal atau tidak. Dasar pengambilan keputusan untuk
pengujian normalitas dengan One Sample Kolmogorov Smirnov yaitu:

(1)  
Jika nilai signifikan
> 0,05 maka nilai residual tersebut normal.

(2)  
Jika nilai signifikan
< 0,05 maka nilai residual tersebut tidak normal. 2)      Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah ditemukan adanya korelasi yang sempurna atau mendekati sempurna antar variabel independen pada model regresi (Romie, 2017:  122). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi kolerasi diantara variabel bebas. Dilihat nilai tolerance dan inflation factor (VIF). Diketahui nilai tolerance > 0,1
dari nilai VIF < 10 maka disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas pada model regresi. 3)      Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas adalah keadaan yang mana dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variansi dari residu pada satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Romie, 2017:  125).Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Berbagai uji heteroskedastisitas yaitu: a)      Uji Glejser Dilakukan dengan cara cara meregresikan antara variabel independen dengan nilai absolute residualnya. Bila nilai signifikansi antara variabel independen dengan absolute residual lebih dari 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. b)      Melihat pola titik pada Scatterplot Dilakukan dengan cara melihat grafik Scatteplot antara standardizedpredicted value dengan standardized residual, ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara standardized predicted value dengan standardized residual yang mana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y asli). Pengambilan keputusan yaitu: (1)   Bila terdapat pola tertentu seperti titik-titik yang membentuk suatu pola tertentu yang teratur maka terjadi heteroskedastisitas. (2)   Bila tidak ada pola yang jelas seperti titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastisitas.   4)      Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah terdapat korelasi antara residual pada periode t dengan residual pada periode sebelimnya (t-1) (Romie, 2017:  131).Model regresi yang baik adalah yang tidak terdapat autokorelasi.Metode pengujian dilakukan dengan uji Durbin-Watson. Dasar pengambilan keputusan yaitu: a)      DU < DW < 4-DU maka diterima yang berarti tak terjadi autokorelasi. b)      DW < DL atau DW >
4-DL maka ditolak yang berarti terjadi autokorelasi.

c)     
DL < DW < DU atau 4-DU < DW < 4-DL berarti tak ada kesimpulan yang pasti.   c.       Analisis Regresi Berganda dan MRA (Moderated Regresion Analysis) Analisis regresi berganda ialah suatu alat analisis peramalan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap variabel terikat untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsi atau hubungan kasual antara dua variabel bebas atau lebih (X1), (X2), (X3)….(Xn) dengan satu variabel terikat ( Riduan dan Akdon, 2010:  142). Asumsi dan arti persamaan regresi sederhana berlaku pada regresi berganda, tetapi bedanya terletak pada rumusnya, sedangkan analisis regresi berganda dapat dihitung dengan cara komputer dengan program Statistical Product and Solution (SPSS) dengan pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis multivariate (moderated regression analysis) sebagai berikut: Uji Analisis Regresi Linier Berganda Persamaan I = Uji Moderated Regresion Analysis (MRA) Persamaan II = Persamaan III = Persamaan IV = Keterangan: Y                         = Nilai Perusahaan                         = Dewan Komisaris Independen                         = Dewan Direksi                         = Komite Audit                         = Profitabilitas *                   = Interaksi antara dewan komisaris independen dan profitabilitas *                   = Interaksi antara dewan direksi dan profitabilitas *                   = Interaksi antara komite audit dan profitabilitas a                           = Konstanta                = Koefisien regresi e                           = Error/residual   d.      Uji Hipotesis 1)      Pengujian Hipotesis Secara Bersama (Uji F) Pengujian hipotesis secara bersama merupakan pengujian signifikansi persamaan yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1, X2, X3) secara bersama-sama terhadap variabel tidak bebas (Y). Langkah-langkah dalam uji hipotesis secara bersama yaitu: a)      Merumuskan Hipotesis Hipotesis dirumuskan sebagai berikut: : Dewan Komisaris Independen, Dewan Direksi, dan Komite Audit secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. : Dewan Komisaris Independen, Dewan Direksi, dan Komite Audit secara bersama-sama berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. b)      Menentukan Taraf Nyata Tingkat signifikan sebesar 5% taraf nyata dari  ditentukan dari derajat bebas (db) = n-k-1, taraf nyata (?) berarti nilai , taraf nyata dari  ditentukan dengan derajat bebas (db) = n-k-1.       c)      Kesimpulan Jika Sig > 0,05 maka Ho
diterima. Jika Sig < 0,05 maka Ho ditolak. F hitung < F tabel maka Ho diterima. F hitung > F tabel maka Ho ditolak.

2)      Pengujian
Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Pengujian
hipotesis secara parsial merupakan pengujian koefisien regresi parsial
individual yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X1)
secara individual mempengaruhi variabel dependen (Y). Langkah-langkah dalam uji
hipotesis secara parsial yaitu:

a)     
Merumuskan Hipotesis

Hipotesis
dirumuskan sebagai berikut:

(1)   Hipotesis
2.a Pengaruh Dewan Komisaris Independen terhadap Nilai Perusahaan

: Dewan Komisaris Independen tidak
berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan.

: Dewan Komisaris Independen berpengaruhterhadap
Nilai Perusahaan.

(2)   Hipotesis
2.b Pengaruh Dewan Direksi terhadap Nilai Perusahan

:Dewan
Direksi tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan.

:Dewan
Direksi berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan.

 

(3)   Hipotesis
2.c Pengaruh Komite Audit terhadap Nilai Perusahaan

:  Komite
Audit tidak berpengaruhterhadap Nilai Perusahaan.

:  Komite
Audit berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan.

b)      Menemukan
Taraf Nyata

Tingkat
signifikan sebesar 5% taraf nyata dari

 ditentukan dari derajat bebas (db) = n-k-1,
taraf nyata (?) berarti nilai

, taraf nyata dari

 ditentukan dengan derajat bebas (db) = n-k-1.

d)     Kesimpulan

Jika Sig > 0,05 maka Ho
diterima. Jika Sig < 0,05 maka Ho ditolak. F hitung < F tabel maka Ho diterima. F hitung > F tabel maka Ho ditolak
(V. Wiratna, 2015:  161-164).

 

3)      Uji
Hipotesis secara
Moderasi

Variabel
moderating adalah variabel independen yang akan memperkuat atau memperlemah
hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen (V. Wiratna, 2015:  212).
Pengujian hipotesis secara moderasi menggunakan aplikasi khusus regresi
berganda linier yaitu MRA (moderating
regression analysis) dimana persamaan regresinya mengandung unsur interaksi
(perkalian dua atau lebih variabel independen).
Langkah-langkah
dalam uji hipotesis secara moderasi
yaitu:

a)     
Merumuskan hipotesis MRA

Hipotesis
dirumuskan sebagai berikut:

(1)  
Hipotesis
3.a Pengaruh Dewan Komisaris Independen, Dewan Direksi, dan Komite Audit secara
bersama-sama terhadap Nilai Perusahaan yang dimoderasi Profitabilitas

: Dewan Komisaris Independen, Dewan Direksi, dan Komite
Auditsecara bersama-sama tidak berpengaruhterhadap Nilai Perusahaanyang dimoderasi Profitabilitas.

: Dewan Komisaris Independen, Dewan Direksi, dan Komite
Audit secara bersama-sama berpengaruh terhadap Nilai Perusahaanyang dimoderasi Profitabilitas.

(2)  
Hipotesis 3.b pengaruh Dewan Komisaris Independen
terhadap Nilai Perusahaan yang dimoderasi profitabilitas

:Dewan Komisaris Independen tidak berpengaruh terhadap
Nilai Perusahaan yang
dimoderasi Profitabilitas.

: Dewan Komisaris Independen berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang dimoderasi profitabilitas.

(3)  
Hipotesis 3.c pengaruh Dewan Direksi terhadap Nilai
Perusahaan yang dimoderasi profitabilitas

:Dewan Direksi tidak
berpengaruhterhadap Nilai Perusahaan yang dimoderasi Profitabilitas.

: Dewan Direksiberpengaruh terhadap
Nilai Perusahaanyang
dimoderasi Profitabilitas.

(4)  
Hipotesis
3.d pengaruh Komite Audit terhadap
Nilai Perusahaan yang dimoderasi profitabilitas

:Komite Audit tidak
berpengaruhterhadap Nilai Perusahaan yang dimoderasi Profitabilitas.

:Komite Audit berpengaruh terhadap Nilai Perusahaanyang dimoderasi Profitabilitas.

b)      Menentukan
Taraf Nyata

Tingkat
signifikan sebesar 5% taraf nyata dari t tabel ditentukan dari derajat bebas
(db) = n – k – l.

c)     

 ditolak apabila t hitung > t tabel,

 diterima apabila t hitung < t tabel. Berdasarkan probabilitas tingkat signifikan ditolak jika P value< 5% tingkat signifikan diterima jika P value> 5%.

d)     Kesimpulan

Menarik
kesimpulan

 ditolak apabila t
hitung >
t tabel atau

diterima apabila t hitung < t tabel.