Jamaica dari kantin SMA Kolese Gonzaga, sebagai tempat ngumpul

Jamaica
Café merupakan salah satu grup vokal akapela pertama di Indonesia, dengan
beranggotakan 6 orang, yaitu Prihartono “Anton” Mirzaputra, sebagai
Bariton 1, Falsetto; Michael “Biyik” da Lopez, sebagai Bariton 2;
Hekko Wicaksono, sebagai Tenor 1, Beat Box; Enriko “Iko”
Simangunsong, sebagai Tenor 2, Pambudi “Bayu” Bayuseno,  sebagai Bass; serta Jimmy, sebagai Bariton 3,
dan Falsetto.

Grup
vokal ini mulai terbentuk pada tahun 1991, yang berawal dari kantin SMA Kolese
Gonzaga, sebagai tempat ngumpul mereka dan juga tempat menyalurkan kegiatan
bernyanyi, sehingga menjadi awal mula mengapa grup vokal ini terbentuk. Kata
Jamaica Café sendiri sebenarnya di ambil menjadi nama grup vokal ini karena
lagu – lagu yang dinyanyikan oleh Jamaica Café sendiri pada mulanya merupakan
lagu yang bergenre reggae, yang dimana reggae sangat identik dengan Jamaica, dan  oleh karena itu lah, nama grup vokal ini pun
kemudian menjadi Jamaica Café.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

            Genre
lagu – lagu dari yang dibawakan oleh Jamaica Café beraneka ragam dimulai dari lagu
bergenre reggae, rock, disko, etnik, kebangsaan, bahkan dangdut, dan dalam
perjalanannya, Jamaica Café juga sempat berganti – ganti konsep dimulai dari
grup vokal akapela (musik mulut) menjadi grup band dengan alat musik lengkap,
dan lalu kembali lagi ke grup vokal akapela pada tahun 1996 hingga sekarang.

Untuk album dari grup ini sendiri, Jamaica
Café mengeluarkan dua buah album
yaitu “Musik Mulut” pada tahun 2004
dan juga “Twenty One” pada tahun
2012. Dalam album kompilasi Erwin Gutawa – Salute
to Koes Bersaudara Plus, 2003, Jamaica Cafe menyanyikan lagu “Nusantara II” secara akapela. Itu
berarti bunyi-bunyian alat musik tradisionalnya pun berasal dari mulut mereka
sendiri. Penghargaan-penghargaan yang pernah diterima oleh Jamaica Cafe adalah
dari MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai grup musik pertama yang merilis
album “Musik Mulut,” (2004)
di mana seluruh irama dan bunyi-bunyian instrumen musiknya berasal hanya dari
mulut. Jamaica Cafe juga pernah mendapatkan penghargaan “Supporter of Honor” dari World Wildlife Fund.

Untuk
konsernya, Jamaica Café, sudah pernah melaksanakan konser di Esplanade Concert Hall, Singapura pada
bulan Februari dan Desember 2005, Bentara Budaya Jakarta pada 6 November 2008,
konser Live di @America pada
tahun 2012, konser Live di Esplanade pada
tahun 2013 dan 2014, tampil secara Live di Jakarta
International School pada tahun 2015, konser Live kolaborasi dengan salah
satu grup akapela Jepang yaitu iNSPi di
6 negara di Jepang, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Jamaica
Café juga telah melakukan kolaborasi dengan beberapa musisi Indonesia dan
mancanegara seperti Glenn Fredly, Andre
Hehanussa, Erwin Gutawa, Neri Per Caso (Italia), iNSPi (Jepang), Nash (Malaysia) dan lain – lain,
dan hingga sekarang ini juga, Jamaica Café juga masih terus aktif berkarya dan
menyanyikan berbagai lagu secara akapela, yang dimana aktivitas – aktivitas
tersebut dapat kita lihat secara langsung melalui akun youtube Jamaica café yaitu
di Jamaicacafe acapella.

Beberapa
contoh lagu yang telah dibawakan secara akapela oleh grup Jamaica Café ini misalnya
lagu Yamko Rambe Yamko, Indonesia Pusaka,
Menantimu, Tian Mi Mi, A Thousand Years, Satu Nusa Satu Bangsa, Sepatu (Tulus),
Daylight (Maroon 5), dan lain – lain.