Menurut tanah itu akan menjadi milik orang yang menghidupkannya

Menurut hasil terakhir yang diteliti oleh Organisasi
Pangan Dunia (FAO), diperkirakan sebanyak 19,4 juta penduduk Indonesia masih
menderita kelaparan dengan kemiskinan sebagai penyebab utama. Masih banyak
penduduk Indonesia yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan mereka, khususnya
di wilayah bagian timur Indonesia, seperti Papua, NTT dan Maluku. Masyarakat yang
tergolong miskin tidak mampu mencukupi kebutuhannya sehari – hari termasuk membeli bahan
makanan. Hal tersebut yang membuat kelaparan banyak terjadi di golongan rakyat
miskin di Indonesia yang juga dapat menyebabkan busung lapar dan kekurangan
gizi.

Konflik politik dalam pemerintahan juga adalah
penyebab kelaparan. Para koruptor dengan tanpa beban mengambil sesuatu yang
jelas bukan hak mereka. Contohnya, orang – orang yang tidak mampu yang seharusnya
mendapatkan uang Bantuan Langsung Tunai (BLT), tidak mendapatkan hak mereka tepat
pada waktunya karena oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut. Akibatnya,
mereka (orang miskin) tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya termasuk membeli
makanan, sehingga banyak di antara mereka yang menderita kelaparan dan busung
lapar. Jika permasalahan politik ini tak kunjung selesai, pastinya akan terjadi
kerusakan pula dalam kehidupan masyarakat.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Faktor alam juga dapat menjadi penyebab kelaparan, salah satunya
adalah kekeringan. Kekeringan yang berkepanjangan dapat mengakibatkan
kekurangan air yang dapat menghambat petani untuk menanam bahan pangan karena sebagian
besar petani di Indonesia masih sangat bergantung dengan alam. Jika cuaca
kering berkepanjangan, sudah pasti akan terjadi gagal panen yang akan membuat
masyarakat kekurangan bahan makanan. Itulah yang menyebabkan faktor cuaca juga
dapat berpengaruh dalam bencana kelaparan.

 

2.3
Perspektif Islam Mengenai Kelaparan

Dalam perspektif Islam, Islam memandang pangan
yaitu salah satu kebutuhan utama manusia yang wajib dipenuhi oleh setiap individu.
Allah akan meminta pertanggung jawaban seorang pemimpin di hadapanNya nanti
apabila ada seorang dari rakyatnya yang menderita kelaparan. Syariah Islam juga
sangat memerhatikan upaya peningkatan produktivitas lahan. Dalam Islam, tanah – tanah  mati adalah tanah – tanah yang tidak terlihat
adanya tanda – tanda tanah itu digunakan untuk produktifitas. Suatu lahan atau
tanah dapat dihidupkan oleh siapa saja baik dengan cara memagarinya dengan
maksud untuk memproduktifkannya atau menanaminya sehingga tanah itu akan menjadi
milik orang yang menghidupkannya tersebut. Rasul bersabda; “Siapa saja yang menghidupkan tanah mati maka tanah itu menjadi
miliknya”. (HR. Tirmidzi, Abu Dawud).