PEMBAHASAN toilet pribadi atau septik tank. Kaum miskin di

PEMBAHASAN3.1 Kondisi Air Bersihdan Sanitasi di Indonesia            Menurut data yang dihimpun olehUNICEF Indonesia pada tahun 2012 dalam Ringkasan Kajian  Air Bersih, Sanitasi & Kebersihan,Indonesia telah menunjukan kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan aksespelayanan air dan sanitasi dibandingkan dengan beberapa dekade sebelumnya.Provinsi yang memiliki kemajuan paling tinggi rumah tangga yang memperolehakses sumber air bersih dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia yaitu JawaTengah sebesar 70% sedangkan provinsi yang memperoleh prosentasi terendah darisemua provinsi yaitu DKI Jakarta sebesar 25%. Hal tersebut menunjukan bahwakemajuan suatu daerah tidak berbanding lurus dengan ketersedian air bersih untukmasyarakatnya, justru berbanding terbalik seiring berkurangna lahan dan aksesrumah tangga memeperoleh air bersih. Walaupun begitu provinsi DKI Jakatamenempati posisi pertama dalam mempunyai fasilitas sanitasi yang lebih baik danpaling sedikit masyarakatnya yang masih membuang air  besar di tempat terbuka dibandingkan denganprovinsi lainnya.            Penyebab lain yang menghambatmemperoleh akses air bersih adalah ketersediaan air bersih tersebut dilingkungan sekitar masyarakat, banyak sekali aktivitas masyarakat yangmenggangu ketersediannya air bersih diantaranya yaitu buang air besar di tempatterbuka, banyak masyarakat miskin diperkotaan masih melakukan kegiatantersebut.

Kepadatan penduduk menyebabkan kurangnya kebersihan serta sanitasiyang buruk dapat menciptakan kondisi yang tidak sehat. Air menjaditerkontaminasi zat-zat yang berbahaya dan dapat menyebabkan sumber bibitpenyakit, seperti disentri, kolera dan penyakit diare lainnya, tipus,hepatitis, leptospirosis, malaria, deman berdarah, kudis, penyakit pernapasankronis dan infeksi parasit usus. Laporan Riskesdas tahun 2007 menyatakan bahwapenyakit diare di Indonesia merupakan penyebabutama kematian anak berusia dibawah lima tahun, hal tersebut disebabkan oleh penggunaan sumur terbuka rumahtangga untuk air minum dibandingkan penggunaan air ledeng, serta buang airbesar di sungai atau selokan di bandingkan dengan menggunakan fasilitas toiletpribadi atau septik tank.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

            Kaum miskin di perkotaan lebihterbebani lagi dengan harus merogoh kantung yang lebih dalam untuk mepeoleholeh air yang berkualitas lebih buruk dibandingkan dengan kelompok kaya.Tersediannya sarana air di perkotaan tidak dapat dijangkau oleh semua kalangankarena perluasan pelayanan tidak dapat mengimbangi perkembangan penduduk di daerahperkotaan. Hal tersebut menyebabkan penduduk lainnya bergantung kepada sumberair lain, seperti sumur dangkal, penjual air keliling dan jaringan privat yangterhubung dengan sumur yang dalam. Namun biaya yang diperukan untuk memperolehsumber air alternatif ini tidaklah murah seperti harga air ledeng yang biasadigunakan masyarakat sehari-hari.3.

2Tantangan dalam Mengatasi Permasalahan            Banyak pemerintah kabupaten setelahmasa desentralisasi merasa terhambat karena kurangnya keahlian di sektorperairan dan kapasitas kelembagaan. Kesulitan untuk merekrut tenaga yangterampil karena pada umumnya mereka memilih untuk tinggal di derah perkotaandibandingkan untuk menetap di kabupaten-kabupaten terpencil. Selain itukoordinasi yang lebih kuat harus di terapkan pada beberapa kementrian danlembaga yang terlibat dalam sektor air bersih dan sanitasi, seperti kontraktoryang membangung sistem perairan pedasaan harus lebih bertanggung jawab kepadapemerintah. Akhir-akhir ini koordinasi tersebut telah meningkat  dengan terbentuknya kelompok kerja yangdisebut Pokja AMPL di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten untuk air bersihdan sanitasi lingkungan.            Kesadaran masyarakat terhadappentingnya perilaku kebersihan harus ditingkatkan karena survei di enamprovinsi yang dilakukan oleh Universitas Indonesia.

Hasil survei tersebutmenyatakan bahwa kurang dari 15 persen ibu mencuci tangan mereka dengan sabunsetelah buang air besar, sebelum menyiapkan makanan atau membersihkan pantatanaknya. Angka tersebut menunjukan bahwa masyarakat Indonesia masih sangatminim dalam menerapkan kebersihan dalam kegiatannya sehari-hari.            Limbah padat yang ada diperkotaandiolah secara lambat dan tidak teratur dengan baik. Walaupun rumah tangga harusmengeluarkan biaya untuk membayar pegawai pengusaha swasta kecil untukmengumpulkan dan membawa sampah ke tempat penampungan atau pembuangan akhir.Tetapsaja ada keterbatasan kemajuan fasilitas dalam pengelolaan limbah.

3.3Sudut Pandang Agama Islam            Agama Islam merupakan rahmat bagisiapa saja yang dapat mengamalkannya, termasuk mengikuti tuntunan yang tertulisdalam kitab suci Al-Quran serta hadist-hadist yang telah diriwayatkan, agarmemperoleh syafaat dalam kehidupannya. AgamaIslam pun mengajarkan kepada seluruh umatnya untuk senantiasa menjagakebersihan diri maupun lingkungannya, karena kebersihan merupakan sebagian dariiman islam seorang muslimin. Kebersihan sangat erat kaitannya dengan kesehatan,apabila seorang mukmin mempunyai badan yang sehat makan hal itu merupakancerminan dari dirinya yang mempunyai seghat jasmani serta sehat rohani yangmencerminkan hatinya yang sehat serata damai dalam menjalankan kesehariannya.

Hidup sehat merupakan hajat setiap manusia yang paling penting dalam menjalanikehidupan ini, karena apabila seseorang tidak sehat maka dia tidak dapatmenjalankan kehidupannya dengan baik dan tidak bisa mengantarkan kepada tarafkehidupan yang lebih baik. Hal itu menjadi motivasi bagi setiap umat muslimuntuk senantiasa meningkatkan kualitas hidupnya, termasuk dalam bidangkesehatan. Sesuai dengan firman Allah swt. dalam surat Al-Maidah (5) : 16 “Dengankitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalankeselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itudari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang degan seizin-Nya danmenunjuki mereka kejalan yag lurus.”            Air dalam ajaran agama islam sangatpenting fungsinya, bukan sekedar sebagai sumber kehidupan berupa minuman yangdibutuhkan oleh semua mahluk hidup dan untuk mendukung hampir semua aktivitas,tetapi juga sebagai sarana penting dalam mendukung aktivitas beribadah. Shalat,membaca Al-Quran, thawaf, dan ibadah lainnya mengharuskan orang tersebut untuksuci dari segala hadas dan najis.

Dalam ilmu Fiqh, menetapkan air sebagai alatsuci dari hadas dan najis, melalui cara wudhu atau mandi. Selain air, apabilatidak terdapat, tanah dapat digunakan sebagai media untuk berwudhu dengan caraber tayamum ataupun batu untuk istinja dan yang lainnya sebagai pengganti air.Hampir dalam seluruh rangkaian beribadah, bersuci selalu didahulukan dansebagai persyaratan wajib sebelum melaksanakan ibadah tersebut. Kedudukan airdalam kehidupan dan sebagia alat untuk bersuci dijelaskan dalam surat Al-Anbiya(21) : 30 “.

. dan dari air Kamijadikan segala sesuatu yang hidup…”            Kemudian Al-Quran juga menerangkanbahwa manfaat air dapat membuat tanaman-tanaman yang dahulunya tandus menjadisubur dan dapat bermanfaat bagi seluruh mahluk hidup. Tertulis dalam Surat As –Sajadah (32) :27 “Danapakah mereka idak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yangmengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itutanam-tanaman yang daripada (dapat) makan binatang-binatang ternak mereka danmereka sendiri.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan ?”            Juga dalam Surat Faathir (35) : 27 “Tidakkahkamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkandengan hujan itu buah – buahan yang beraneka macam jenisnya … ”            Kedudukan air dalam kehidupan inisangatlah amat penting jika ditinjau dari sisi agama, ditambah lagi denga faktabahwa bumi ini lebih dari tiga per empat bagiannya merupakan air, sehinggabanyak sekali manfaat yang dapat diperolah.

Kebersihan sangat dekat kaitannyadengan kesehatan dan hal tersebut dapat diperoleh dengan meberapkan pola hidupyang sehat serta sanitasi yang layak, yang keduanya memerlukan sejumlah airbersih.3.4Solusi dari Permaslahan Krisis Air Bersih dan Sanitasi di Indonesia            Melihat kepada kondisi masyarakatIndonesia saat ini yang masih kurang kepeduliannya terhadap lingkungan, menyebabkanmasyarakat masih kesulitan untuk medapatkan akses air bersih yang sehat danlayak. Ada beberapa solusi yang dapat di terapkan untuk mengatasi permasalahnkrisis air bersih dan sanitasi.            Langkah yang paling mendasar adalahpemerintah menanamkan kesadaran masyarakat terhadap kepedulian lingkungansekitarnya sehingga terciptanya lingkungan yang sehat dan bersih, walaupuntelah ada program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang telah digalakkansejak anak – anak berada di bangku sekolah dasar. Rasanya hal itu belum cukup untukterus mengkampanyekan hidup bersih dan sehat dikalangan masyarakat.

Perlutenaga ekstra yang lebih dikeluarkan untuk mengedukasi masyarakat, baik itudari peerintah mauun lembaga masyarakat, terutama untuk masyarakat miskin yangminim akan pengetahuan tentang kebersihan serta sanitasi sehingga mereka dapatmengerti manfaat serta terhindar segala bibit penyakit yang dapat menyerangmereka.            Kemudian Langkah selanjutnyapemerintah harus memberi perhatian lebih kepada masyarakat-masyarakat yangkurang mampu mendapatkan akses air bersih. Dengan menaikkan anggaran daerahagar dapat memepermudah akses masyarakat memeperoleh air bersih merupakalangkah penting yang juga harus diterapkan, karena pemerintah mengemban tangungjawab yang besaruntuk kesejahteraan rakyatnya.            Langkah yang dapat diterapkan lagi yaitu menjalinkerjasamadengan lembaga – lembaga internasional utuk turut serta membantu mengatasipermasalahkan air bersih dan sanitasi di Indonesia. Contohnya lembaga PBB, melaluipernatara WHO atau UNICEF dalam mewujudkan tujuan ke 6 SDGs yaitu ketesediaanair bersih dan sanitasi yang layak bagi seluruh orang. Kemudian masih banyak langkah–langkah lainnya dalam mewujudkan hal tersebut