PENDAHULUAN memperhatikan kualitas. Target lulus semua setiap sekolah nampaknya

PENDAHULUAN

Dalam kurun waktu ini, mina
baca masyarakat Indonesia sedang galak untuk ditingkatkan.
Hal ini harus terus dikembangkan agar mencapai tujuan  masyarakat yang cerdas secara religi,
intelektual, sosial, dan ekonomi. Karena,
dengan membaca dapat meningkatkan kecerdasan dan intelektualitas. Membaca
sangat besar pengaruhnya terhadap membentuk kepribadian dan kemajuan dari suatu bangsa. Tidak ada sejarah yang
mencatat kehebatan seseorang yang tidak diiringi
dengan
gemar membaca dan melek
informasi
dalam artian yang  luas.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

METODE PENELITIAN

Metode
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yakni dimana data yang digunakan berupa data
deskriptif,  baik dalam bentuk verbal maupun visual.

 

 

 

PEMBAHASAN

Upaya peningkatan minat baca masyarakat
dengan tujuan sebagai berikut:

1.    Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Dengan membaca,
masyarakat mampu menyerap informasi dan ilmu pengetahuan. Dengan pengetahuan ini lah manusia akan berusaha
meningkatkan kualitas hidup mereka. Sebab tingkat melekan huruf dari suatu bangsa dapat digunakan
untuk mengukur Indeks Pembangunan Masyarakat/IPM.. Sebab Indeks Pembangunan
Masyarakat Indonesia pada tahun 2007 termasuk dalam peringkat 107 dari 117 negara dan lebih
rendah daripada Negara sebelah, yaitu Negara
Vietnam
(Kintamani, 2008: 421)

2.    Mencerdaskan Kecerdasan Bangsa

Kecerdasan
bangsa adalah suatu keadaan yang akan dicapai dari proses pendidikan. Dengan membaca, kita dapat mencerdaskan bangsa kita
sendiri. Bahkan dalam pembangunan jangka panjang
pada tahun 2025 telah direncanakan visi
pembangunan yang lebih spesifikasi, yaitu
insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif.

3.    Mendorong Terciptanya Masyarakat Literasi
Informasi

Literasi
informasi atau sering disebut melek informasi merupakan tuntutan masyarakat
yang semakin maju. Yaitu merupakan adanya
kesadaran akan kebutuhan informasi seseorang, mengidentifikasi, pengaksesan
secara efektif efisien, mengevaluasi, dan menggabungkan informasi secara baik
dan benar ke dalam pengetahuan dan mengkomunikasikan informasi itu. Dengan
adanya kesadaran dan melek informasi
ini akan mendukung perkembangan proses pembelajaran sepanjang hayat.

4.    Mendorong Peningkatan Kualitas Pendidikan

Pendidikan di
negara kita masih memiliki
kecenderungan pengejaran status dan mementingkan kuantitas dan kurang
memperhatikan kualitas. Target lulus semua setiap sekolah nampaknya menjadi sebuah
sasaran utama, yang bahkan dimana pihak sekolah menempuh berbagai cara untuk memenuhi
target tersebut. Demikian pula halnya di pihak perguruan tinggi atau
institusi-institusi akan merasa bangga jika mereka mempunyai beberapa doktor
dan profesor tanpa memperhatikan sejauh mana produk keilmuan mereka dalam
bentuk buku maupun artikel ilmiah yang bisa memberikan manfaat kepada
masyarakat banyak. Dalam kondisi
seperti ini, maka indeks
pembangunan masyarakat kita masih rendah bila dibanding dengan bangsa lain.
Oleh karena itu minat baca dan sadar akan
informasi menjadi tuntutan tersendiri dan
penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Orang pintar yang sesungguhnya yaitu
 belajar  bukan hanya
masuk
sekolah formal dan deretan gelar,
tetapi memiliki kecerdasan dan intelektualitas yang tinggi..

 

Membaca&manfaatnya

Membaca
memiliki peran penting, manfaat
dan mempunyai banyak makna. Dengan
banyak membaca,
kita akan memeroleh bagaimana suatu  pengalaman dan pelajaran dari
orang lain. Suatu penelitian pernah menyatakan bahwa membaca buku dapat membantu
seseorang untuk menumbuhkan syaraf baru dan dapat terhindar dari kersuakan jaringan otak saat kita di masa tua
nanti(Hernowo; 2003: 33).

Beberapa
manfaat membaca antara lain:

1.    Merangsang Sel-sel Otak

Membaca
merupakan proses berpikir positif karena menyerap ide dan pengalaman orang lain.
Kegiatan ini akan merangsang sel-sel otak. Otak sebagai pengatur kegiatan
manusia memiliki struktur dan sifat yang unik, misteri, dan penuh keajaiban. Otak
memegang peran penting dalam kehidupan intelektual karena seluruh saraf diatur
oleh otak ini. Maka otak perlu dijaga vitalitasnya, dijaga kesegarannya, dan
dicegah proses penuaannya. Penuaan dan penyusutan otak sebenarnya dapat dikurangi
bahkan bisa dicegah. Secara medis, kesegaran dan vitalitas otak dapat diatasi
dengan cara mengatur pola makanan yang bergizi seimbang. Beberapa hasil
penelitian menunjukkan bahwa konsumsi beragam makanan sayuran dan buah-buahan segar
dapat mencegah penuaan dini dan memperbaiki kemampuan kognitif otak. Secara
psikologis, agar otak terjaga vitalitasnya, hendaknya digunakan untuk berpikir
positif, rasional, obyektif, khusnudhon, dan rileks. Oleh karena itu perlu
dijauhi pola pikir yang negatif, subyektif, dan emosional. Sebab
pikiran-pikiran itu dapat menimbulkan stress dan merusak kesehatan. Orang yang
mampu mengoptimalkan kerja intelektual otak dengan menghasilkan pemikiran yang positif
(buku, artikel, kebjakan dll), inovatif,dan membawa kemaslahatan manusia adalah
orang yang mampu memperpanjang usia otak secara fisik dan psikologis.

2.    Menumbuhkan Kreativitas

Dengan membaca
kita memeroleh wawasan, pandangan, penemuan, dan pengalaman orang lain. Hasil
bacaan ini kemudian kita renungkan dan pikirkan untuk dipraktekan dan
dikembangkan. Cara baca inilah sebenarnya merupakan cara baca yang berkualitas.
Sebab dalam proses baca ini tidak saja terjadi proses penyerapan informasi,
tetapi ada proses seleksi, pengolahan, dan usaha kreatif untuk dikembangkan.
Maka dapat dipahami bahwa mereka yang kreativitasnya menonjol, rata-rata
memiliki kemampuan baca yang tinggi. Hanya orang-orang yang kreatif dan beranilah
yang mampu membawa perubahan.

3.    Meningkatkan Perbendaharaan Kata

Banyaknya
kata-kata yang diserap seseorang memengaruhi kelancaran komunikasi lisan maupun
tertulis. Maka membaca sebagai upaya penyerapan kosakata, pengetahuan
tatabahasa, dan pengenalan ungkapan merupakan salah satu cara untuk
meningkatkan perbendaharaan kata. Dengan membaca kita mengenal; persuasi, implikasi,
sifat nada, dan unsur ekspresi lain. Unsur-unsur ini sangat penting bagi mereka
yang bergerak di dunia kesenian, keilmuan, pendidikan, dan kemasyarakatan.

4.    Membantu Mengekpresikan Pemikiran

Banyak orang yang lancar berbicara,
ceramah, orasi, dan ngobrol dalam mengekspresikan pemikirannya. Tetapi begitu
sedikitnya orang yang mampu menulis dengan baik. Hal ini sangat mungkin disebabkan
kurangnya proses baca. Ekspresi melalui tulisan berbeda dengan ekspresi melalui
lisan. Kegiatan menulis memerlukan penguasaan materi, pemilihan kata,
perenungan masalah, dan penyusunan kalimat. Semua kegiatan ini dilakukan dengan
cermat, teliti, dan penuh pertimbangan. Maka kualitas dan kuantitas bacaan akan
memengaruhi kualitas tulisan. Kata Peter Bolsiuss “if you do not read, you
do not write” (Nurudin, 2004: 81)

 

Peran Penulis Dalam Peningkatan Minat Baca

Apabila
ditinjau dari berbagai dimensi, penulis memiliki peran strategis untuk mengubah
keadaan, mengembangkan pola pikir masyarakat, dan mencerdaskan kehidupan
bangsa. Penulis bisa berperan sebagi pencipta informasi, pengembang ilmu
pengetahuan, orang yang kreatif, intelektual, pembaharu, dan pendidik.

1.    Pencipta Informasi

Seorang penulis
adalah seorang pemilik ide, kreativitas, dan keberanian menyampaikannya. Ide
merupakan pikiran-pikiran yang timbul sewaktu-waktu dalam berbagai keadaan dan
tempat. Ide muncul karena pengaruh internal dan eksternal. Ide cemerlang
kiranya tak berarti apa-apa apabila tidak diekspresikan melalui lisan, tangan,
kaki, maupun tulisan/rekaman. Oleh karena itu Ali ibn Abu Thalib mengingatkan
agar mengikat ide/ilmu pengetahuan dengan tulisan.Di sinilah perlunya seorang
ilmuwan, agamawan, pustakawan, budayawan, dan lainnya memiliki kemampuan
menulis. Dengan keberanian dan kemampuan menulis ini, maka ide, pemikiran,
penemuan, pengalaman, dan hasil penelitian mereka akan berkembang ke seluruh
penjuru dunia. Ide yang baik belum tentu menjadi tulisan yang baik. Sebaliknya
ide sederhana kadang menjadi tulisan yang menggemparkan di tangan penulis yang
pandai. Seorang penulis akan mempertimbangkan apakah ide itu akan ditulis dan
dikembangkan berdasarkan pertimbangan:

a. aktualitas

b. kemanfaatan

c. kemampuan analisis

d. kemampuan pengembangan ide

e. perkembangan keadaan

2.    Pengembang ilmu pengetahuan

Ilmu yang
dimiliki seseorang harus disampaikan dan dikembangkan kepada masyarakat dan
bukan sekedar diceritakan. Pengembangan ini dapat dilakukan melalui lisan atau
tulisan. Sabda Nabi Muhammad SAW : Jadilah kamu sekalian sebagai pendidik
(pengembang ilmu) dan bukan sekedar tukar cerita ilmu”. Peran sebagai
pengembang ilmu dapat dilakukan oleh orang yang secara formal sebagai pendidik
(guru, dosen, ustadz, dll.). Disamping itu seorang penulis juga mampu
mengembangkan ilmu pengetahuan dengan jangkauan yang lebih luas. Mereka
melakukan kegiatan itu dengan kesadaran dan bukan sekedar tugas sebagaimana
yang dilaksanakan oleh para pendidik formal tersebut.

3.    Seorang yang kreatif dan berani

Menulis itu
memerlukan kreativitas yang didasarkan pada fungsi berpikir, merasa, mengindera,
dan intuisi. Unsur-unsur ini diperlukan agar orang tidak kehabisan tema yang
akan ditulis. Kreativitas dalam hal ini bukan sekedar menciptakan tema-tema
baru, tetapi juga diperlukan kemauan dan keberanian berpikir divergen.
Yakni suatu pemikiran yang tidak seperti biasanya bahkan dalam keadaan tertentu
harus berani melawan arus. Kreativitas di sini berarti menghasilkan sesuatu
yang baru dalam konsep, pengertian, penemuan, maupun karya (J.C.Soleman dan
C.L. Hammen, 1974). Dengan kreativitas inilah seorang penulis mampu
menghadirkan gagasan, pemikiran, dan pembahasan baru. Hasil kreativitas inilah
yang menarik masyarakat untuk membaca dan menikmati karya tulis seseorang. Apabila
dilihat dari sisi lain, seorang penulis yang mampu berpikir kreatif perlu
ditunjang dengan faktor-faktor:

a. Kemampun
kognitif, yakni kemampuan pengembangan intelektual terus menerus.

b. Sikap
terbuka, yakni sikap siap menerima rangsangan/stimulus internal dan eksternal.

c. Mandiri dan
percaya diri. Seorang penulis adalah seorang yang mampu berpikir mandiri dalam
menghadapi dan menciptakan ide, gagasan, tanggapan, dan pemikiran tertentu.

4.    Pembaharu

Menulis
merupakan kegiatan yang memiliki nilai luar biasa dalam kehidupan manusia karena
tulisan mampu mendokumentasikan dan menyebarkan ide, gagasan, dan pemikiran
dalam berabad-abad lamanya. Kekuatan sebuah buku kadang melampaui umur manusia
itu sendiri. Tulisan dapat memengaruhi dan mengubah sikap masyarakat meskipun
perlu waktu. Rasulullah SAW mampu merubah tatanan dunia dari kegelapan ke alam
terang benderang/nur lantara ajaran-ajaran beliau yang tertulis dalam Al
Quran dan Hadits. Karl Mark mampu merubah Rusia melalui bukunya yang berjudul Das
Capital. Muhammad Rasyid Ridha mampu membuka mata hati Amat Islam terhadap kebekuan
berpikir melalui tulisan-tulisannya yang dimuat dalam majalah Al Manar. Demikian
pula J.K. Rowling mampu menyihir remaja dan ibu-ibu rumah tangga denga bukunya Harry
Potter. Kini citra masyarakat terhadap novel mulai berubah dengan terbitnya
beberapa novel yang berkualitas dan mampu menghidupkan dunia bioskop yang
selama ini agak tergeser adanya sinetron. Judul-judul buku Ayat-Ayat Cinta,
Laskar Pelangi dan lainnya telah mampu mewarnai dunia perbukuan
negara kita.

5.    Pendidik

Seorang penulis
pada hakikatnya menyampaikan ide, ajaran, nilai, dan etika kepada masyarakat
dengan kesadaran dan kewajiban moral. Setelah masyarakat membaca dan memelajari
pemikiran penulis, maka pembaca diharapkan mengubah perilaku dan mengembangkan
pola pikir mereka. Maka seorang penulis itu bertanggung jawab secara moral
untuk melakukan pencerahan kepada masyarakat. Berangkat dari pemikiran ini,
maka bacaan (buku) yang baik bukan sekedar banyak pembacanya dan laris. Bacaan
(buku) yang baik adalah tulisan yang memberikan pencerahan kepada masyarakat,
abadi, dan tidak mudah dilupakan orang. Bahkan ketika kita kita membaca buku
itu berulang kali, ada saja hal-hal baru yang kita temukan di sana.

6.    Intelektual

Kegiatan menulis
hádala kegiatan intelektual dan kegiatan keilmuan. Dengan naluri yang kuat,
seorang penulis mampu menangkap fenomena lingkungan masyarakat dan lingkungan alam
yang selanjutnya dipikir, dianalisis, disikapi, dan berusaha untuk memberikan
solusinya. Dengan demikian proses penulisan sebenarnya merupakan proses
pergumulan yang intens dan total. Para penulis itu mengolah ide dengan segala
kemampuan intelektualnya memilih kata, menyusun kalimat, dan mengekspresikan
pemikiran. Disinilah letaknya kegiatan penulisan itu adalah kegiatan
intelektual yang memerlukan kecerdasan.

 

KESIMPULAN

Disadari
bahwa kondisi minat baca dan minat tulis masyarakat kita belum sejajar dengan
bangsa lain. Kondisi ini akan menghambat tercapainya masyarakat pembelajar/learning
society. Padahal terwujudnya masyarakat pembelajar merupakan syarat utama
untuk menuju masyarakat yang maju. Untuk itu, perpustakaan sebagai lembaga
informasi memiliki tugas untuk berperan serta aktif dalam upaya “membacakan” masyarakat
dan memasyarakatkan minat baca. Untuk itu perpustakaan perlu meningkatkan
kuantitas dan kualiats layannya, meningkatkan sarana prasarana dan fasilitas,
dan lainnya.

Penulis sebagai pencipta informasi
memiliki keberanian dan kreativitas tinggi telah menciptakan informasi,
melahirkan teori, dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Hasil karya mereka
merupakan sumbangsih kepada masyarakat dan ini merupakan upaya meningkatkan
minat informasi dan minat ilmu

pengetahuan masyarakat.

 

DAFTAR
PUSTAKA

Hernowo,
2003. Quantum Reading. Bandung: Mizan Learning Center

Lasa
Hs. 2006. Menulis Segampang Ngomong. Yogyakarta: Kanisius, 2006

Nurfalah,
Farida. Penaruh Tayangan Sinetron Religius Terhadap Perilaku Beragama Ibu Rumah
Tangga Muslimah. Jurnal Teknodik, XI (22) Desember 2007

Nurudin,
2004. Menulis Artikel Itu Gampang. Semarang; Elfihar

Rakhmat,
Jalaluddin. 2004. Psikologi Komunikasi. Bandung :Rosda Karya.

Romli,
Asep Syamsul M. 2003. Lincah Menulis Pandai Bicara. Bandung: Nuansa
Cendekia

Siahaan,
Sudirman. Strategi Meningkatkan Minat Baca. Jurnal Teknodik, XI (22)
Desember 2007: 169

Subiyantoro.
Pengembangan Perangkat Lunak Pengukuran Kecepatan Efektif Membaca/KEM Untuk
Meningkatkan Kegemaran Membaca. Jurnal Teknodik, XI (22) Desember 2007.

Supriyoko.
Minat Baca dan Kualitas Bangsa. Pikiran Rakyat, 23 Maret 2003