PENERAPAN yang berbahaya dan sulit dikelola. Diperlukan waktu puluhan

PENERAPAN
KEBIJAKAN KANTONG PLASTIK BERBAYAR

(PRO)

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

I.                
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Salah satu faktor yang menyebabkan
rusaknya lingkungan yang sampai saat ini masih tetap menjadi masalah besar bagi
bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong
plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola. Diperlukan
waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik
itu benar-benar terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif
sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga. Rata-rata kantung plastik
digunakan hanya 25 menit. Tetapi untuk hancur dan terurai di alam dibutuhkan
hingga 500 tahun. Ini jadi masalah serius. Indonesia termasuk penghasil sampah
plastik ke laut kedua terbesar di dunia187,2 juta ton. “Nilai ini hanya
satu peringkat di bawah Cina, yang total sampahnya 262,9 juta ton,” kata
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya. Para
pelaku usaha di bidang makanan yang sanggat banyak menggunakan plastik dengan
cara memodifikasi plastik menjadi salah satu keunggulan kemasan dalam promosi
pangannya sehingga membuat barang yang di pomosikan menjadi semakin menarik.

 

 
1.2
Rumusan Masalah

1.     
Apa dampak positif dan negatif tentang keberadaan plastik.

2.     
Cara apa saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang penggunaan plastik.

3.     
Apa sajakah manfaat dari penerapan kebijakan kantong plastic berbayar

 

 

    1.3
Tujuan Penulisan

1.     
Agar masyarakat dapat lebih mengetahui dampak positif maupun
negatif dari penggunaan plastik

2.     
Memberikan penyuluhan kepada masyarakat terhadap pentingmya
mengurangi penggunaan plastik

3.     
Agar lebih mengetahui apa keuntungan yang akan didapat jika lebih
bijak dalam penggunaan plastik

 

II.            
Isi

     2.1 Dampak positif dan negatif dari
penggunaan plastic terhadap lingkungan

                      2.1.1 Dampak Positif

a.      
Menjaga produk pangan agar tetap bersih, terlindung dari
kotoran dan kontaminasi. 

b.     
Menjaga produk pangan dari kerusakan fisik, perubahan kadar
air dan pengaruh sinar. 

c.      
Memudahkan dalam membuka/menutup, memudahkan dalam
penanganan, pengangkutan dan distribusi. 

d.     
Menyeragamkan produk pangan dalam ukuran, bentuk dan bobot
yang sesuai dengan standar yang ada. 

e.      
Menampakkan identifikasi, informasi, daya tarik dan tampilan
yang jelas dari bahan pangan yang dikemas sehingga dapat membantu
promosi/penjualan. 

                          2.1.2
Dampak Negatif

a.       Tercemarnya air tanah dan tanah.

b.      Kantong plastik akan mengganggu penyerapan air ke dalam
tanah.

c.       Racun-racun dari partikel plastic yang masuk kedalam
tanah akan membunuh hewan pengurai didalam tanah seperti cacing.

d.      Menurunkan kesuburan tanah.

e.      
Bifenil Poliklorin (PCB) tidak
terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun
berantai sesuai urutan makanan.

 

 

 

 

 

 

    2.2 Cara untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat tentang penggunaan  plastik

Pemerintah harus sering memberika penyuluhan tentang dampak dari penggunaan plastik yang sekarang sudah
terlalu berlebihan, harus menetapkan
undang-undang tentang penggunaan plastic yang berlebihan,karena dengan adanya
undang-undang tersbut maka masyarakat secara otomatis mengurangi pemakaian
plastic yang berlebihan karena takut terkena hukuman yang berlaku

2.3 Beberapa
manfaat dari kebijakan kantong plastic berbayar

a.      
Limbah Plastik
yang Berkurang

b.      Dapat merecycle produk
yang berbahan plastik 

c.       Banjir dapat
Berkurang

d.      Masyarakat
Membawa Kantong Belanja Sendiri

e.       Mengurangi jumlah
sampah plastic

 

III.        
Penutup

    3.1
Kesimpulan

a.      
Membuat masyarakat lebih peka
terhadap lingkungan dan bias menjaga kebersihan   lingkungan dari sampah plastic

b.      Dapat
mengurangi barang yang sekali pakai, sehingga menggunakan barang yang

bisa di daur ulang.

c.       kebijakan
kantong plastik berbayar sulit untuk diterapkan di pasar tradisional

kurangnya kepekaan masyarakatnya.

d.      Banyak
konsumen yang enggan membayar kantong plastic berbayar

 

3.2
Saran

 

      Kebijakan
pemerintah dapat dibilang sanagat efektif untuk mengurangi sampah plastic di
Jakarta tetapi jika harga yang ditetapkan pemerintah Indonesia bisa dibilang
rendah maka masyarakat tetap dengan mudah untuk membeli itu kembali,maka lebih
baik harga yang ditetapkan bisa dinaikkan dan jika itu tidak berhasil juga
pemerintah disarankan untuk membuat peraturan tentang penggunan plastic.